Kisah Tukang Sapu

Pada pukul 4 dini hari, Seorang ayah dari 4 anak berangkat kerja seperti biasanya. Ia kenakan pakaian berwarna orange, membuka pintu pelan pelan agar tidak membangunkan keluarganya. Lalu berangkat. Setelah shalat subuh di masjid, ia pun mulai bekerja.

Cuaca hari itu mendung.. Dan benar, tak lama setelahnya, hujan yang dimulai dengan rintik" mengaung menjadi hujan deras. Sang ayah pun terpaksa meneduh di halte bus di tengah kota. 

Hawa dingin menembus sampai ke tulang". Terlihat ia menggigil kedinginan. Dengan perut kosong, tubuh kurus, dan mata yang berbinang binang, ia duduk dalam kesendirian.

Datang seseorang yang dari kejauhan, menggunakan payung yang tak bisa melawan hujan. Ia mengenakan jas hitam dan dasi hitam kecoklatan. Ia mendekat ke halte bus tempat bapak tadi untuk mencari teduhan. 

Orang ini pun kasihan melihat keadaan si bapak. Lalu ia menanyakan keadaan nya. 

Si bapak ini menjawab : "Aku hanyalah seorang tukang sapu. Gajiku kecil dan semakin berkurang karna pandemi. Lalu Sudah 1 bulan istriku sakit dan aku tidak punya uang untuk membeli obatnya. Makin lama keadaannya semakin memburuk. Sudah 3 hari saya tidak makan. Tapi mau makan pake apa? Uang seribu pun tidak punya." Kata si bapak dengan wajah yang memancarkan kesedihan.

Ternyata, orang berjas hitam tadi adalah orang kaya yang dermawan dan rendah hati. Ia pun manggil bapak itu dan mengatakan : "Sudah ya pak... Jangan sedih lagi ya.........

Saya rasa semua sudah tahu apa lanjutan perkataan orang kaya itu, dan apa kelanjutan ceritanya. Yup semua kebutuhan nya ia cukupi. Dan itu mudah saja baginya yang hartanya berlimpah.

Tapi mari lihat pelajaran dibalik ini. Lalu dengarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'aala:

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُۥٓ أَجْرُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya: "(Tidak demikian!), Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." Q.S Al-Baqarah : 112.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
 
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". QS. Fushshilat: 30.

Dan masih banyak sekali ayat dimana Allah mengatakan kepada hambanya "Janganlah kamu bersedih". Ingatlah kalau ini bukan hanya kata-kata. Ini adalah kabar baik untuk hambanya. Saat Allah mengatakan jangan bersedih, jangan khawatir, yaudah jangan sedih jangan khawatir. Apapun yang kita hadapi, masalah sebesar apapun serumit apapun, Allah bisa menyelesaikan nya. Allah bisa buka jalan keluar. Beres sudah semua urusan. 

Sebagaimana orang kaya tadi bisa menyelesaikan tukang sapu tadi, Allah lebih bisa lagi menyelesaikan masalah kita. Bedakan ya kalau tukang sapu tadi ketemu orang miskin juga. Orang lemah yang ga bisa bantu. Paling cuman bisa bilang "sabar ya..." trus udahhh. Ga bisa ngapa"in lagi.

Nah sekarang Allah lah yang mengatakan "Jangan bersedih, Jangan takut, Jangan khawatir, Allah akan membuka jalan keluar bagi orang yang bertaqwa" dll. Maka Allah kurang apa lagi coba? kita kurang percaya apa apalagi sama Allah. Allah itu yang mengatur SEGALA yang terjadi di dunia ini. Semua ADA dalam KUASA nya. Allah mempunyai apa yang di bumi dan langit. Jadi apapun itu gampang bagi Allah. 

Kalau kita ragu sama Allah, berarti kita masih menyamakan Allah dengan manuisa atau makhluk nya.. Jangan samakan! Seseorang bisa beraifat pemaaf, tapi Ampunan Allah itu ga ada bandingannya. Seseorang bisa kaya dan memberi uang atau materi, tapi ga ada bandingannya sama kekayaan Allah! Seseorang bisa punya kekuatan dan kekuasaan, bisa ini bisa itu, tapi kalau tanding sama kekuatan dan kuasa Allah, wah ga perlu ditanyakan lagi. 

So percaya lah sama Allah dan tetaplah berada di jalannya. Lakukan apa yang Allah perintahkan dan jauhi larangannya. Lakukan apa yang membuat Allah senang dan ridha. Dan jangan bikin aturan sendiri. InsyaAllah apapun masalah mu pasti akan selesai. 


Comments

Popular posts from this blog

Bisa kah?