Hidupku untuk apa?
Di sela-sela aktivitas harianku, bahkan saat sedang mengerjakan kegiatanku, apapun itu, saya dirasuki sebuah pemikiran yang berbahaya. Saya berhenti dan berfikir : "Untuk apa sih gua hidup? Kerjaannya hanya makan, minum, dan hal-hal lain yang ga berguna. Iya.. Ada yang berguna, kayak ngerjain pekerjaan rumah, tapi.. Lebih banyak ga gunanya ni hidup. Mending gua ga hidup dari awal. Kerjaannya nyusahin aja. Kalau gua mati itu lebih baik. Gua itu beban bagi keluarga dan orang-orang lain di sekitar gua. Makannya paling banyak, trus ngabisin duit. Tugas di rumah juga bisa aja kok dikerjain orang lain. Kalau pun ga bisa, tinggal minta tolong orang, dibayar pun no problem, pake aja duit yang sekarang dipake gua makan. Itu lebih menguntungkan. Gua hanya beban. And life is better off without me."
Pemikiran yang beracun itu tak lepas dari otakku, dan tak bisa saya temukan jawabannya.
Akhirnya suatu siang, saya sadar kalau ini harus direnungkan dalam-dalam. Perlu waktu sendiri untuk tenang dan berfikir jernih hingga tuntas. Saya pun keluar rumah dan duduk di tempat sepi di belakang masjid. Lalu saya mengulang pemikiran tadi lalu lanjut berfikir : "Sebenarnya buat apa sih gua hidup kalau gua itu merugikan? Gua mati juga ga peduli amat. Yaa beberapa orang sedih sedikit, abis itu lanjut lagi hidup, justru hidup mereka lebih baik. Uang tabungan gua dibagi", ada kamar kosong bisa dipake, lemari, kasur, hp... Semua bisa digunakan atau dibagikan ke orang yang lebih membutuhkan. Porsi makan juga berkurang tiap harinya dan kebutuhan rumah berkurang. Lantas Kenapa gua masih hidup? Kenapa nyawa ini belum diambil? Apa tujuan nya? ".
Akhirnya saya teringat suatu ilmu dasar dalam tauhid agama kita. Dasar yang yang penting untuk kita ingat setiap waktu. Yaitu... Kenapa manusia diciptakan. Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."
(Q.S. Adz-Dzariyaat:56)
Manusia, kita semua, diciptakan untuk satu tujuan besar, dan hanya satu tujuan : Beribadah kepada Allah. Inilah alasan kita diciptakan. Alasan kenapa kita hidup. Semata-mata untuk beribadah kepada-Nya.
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al Mukminun:115).
Jangan kira hidup kita ini cuman main-main! Kita tuh Ga sembarangan diciptakan. Dan kita masih hidup di detik ini juga ada alasannya. Ada tujuan nya. Apa tujuannya? Ya untuk memenuhi tujuan utama kita tadi, yakni beribadah.
Apakah artinya kita hanya boleh beribadah seperti shalat dzikir dan lain-lain tanpa melakukan hal lainnya? Jawabannya adalah tidak. Maksud dari beribadah dalam ayat tadi, adalah : Taat kepada Allah SWT, saat Allah memerintahkan sesuatu, kita kerjakan. Lalu saat Alah melarang sesuatu, kita tinggalkan. Melakukan apa yang Allah ridhai dan perbolehkan, dan tidak melakukan dosa dan apa yang yang Allah larang. Singkatnya seperti itu.
Setiap orang memang berbeda satu dengan yang lain, masa lalunya berbeda, karakternya berbeda, lingkungannya berbeda, tapi semua mempunyai 1 tujuan utama. Satu tujuan yang sama. Yaitu beribadah kepada Rabb yang Maha Kuasa.
Saya kemudian berfikir. "It doesn't matter who you are, or how old you are, or what do you do in this life, yang penting kita beribadah kepada Allah, kita melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan Allah, kita penuhi hak-hak Allah, kita melakukan apa yang Allah ridhai dan meninggalkan apa yang Allah tidak suka. Itu prinsip dasar yang tidak boleh diganggu gugat."
So it's okay kalau kita belum berguna untuk orang lain sebagaimana mereka berguna untuk kita. Kebaikan mereka Allah yang bales. Yaa pastinya kita juga berusaha semampu kita untuk membalas budi mereka, ga salah lagi. Tapi seiring jalannya waktu, sambil mencari kesempatan untuk membantu sesama dan berguna untuk orang lain, Jangan lupa ada satu yang melekat erat dalam diri kita masing-masing. Yang mengatur dan menentukan setiap tindakan dan gerakan tubuh kita 24 jam. Yaitu menggapai ridha Allah, tujuan hidup kita semua. Itulah fokus utama kita.
Comments
Post a Comment