Tips & Tricks Insyaallah Mudah Menerima Kenyataan

Ada diantara kita, yang sudah usaha maksimal tetapi hasilnya tidak memuaskan. Banyak yang mengeluh atas apa yang ia dapatkan di dunia ini. Banyak juga yang tak bisa menerima takdir yang terjadi bukan karena kemauan dan kehendaknya, takdir yang tidak bisa kita ikut campur tangan. Semua itu sungguh sakit dan mengecewakan jika kita lihat dengan mata biasa. But don't worry my friend, take this glasses. Saya akan beri kacamata yang insyaallah, atas izin Allah, dan juga atas kemauan kalian, bisa merubah sudut pandang kita, dan membuat kita tenang menghadapi apapun yang di depan kita.

Pertama 
Akui kalau diri kita ini punya yang namanya dosa. Pasti kan? 

Ketahuilah masalah yang menimpa kita, itu karena DOSA KITA SENDIRI. Kita lah penyebab kenapa kita berada di situasi seperti ini. Itulah penyebab dari masa yang kelam. Sebelum menyalahkan orang lain, atau menyalahkan kenyataan itu sendiri, salahkan diri sendiri dahulu. Apakah kita sempurna kan tidak. Cobalah bertaubat karna besar kemungkinan ini terjadi karna dosa kita. 

Ayo kita pantaskan diri di hadapan Allah Agar kita juga pantas mendapatkan kebaikan yang lebih darinya.

Baru langkah pertama saja kita sudah mulai sadar kalau : Gimana kita tidak menerima kenyataan kalau yang penyebabnya adalah kita sendiri? Iya kan? Mari bertaubat.

Kedua
Saat apa yang terjadi bukan ada di tangan kita, atau saat kita sudah usaha maksimal tetapi hasilnya tidak memuaskan, kita sedih karna apa yang kita dapatkan itu kurang. Kita bertanya, kenapa kita tak mendapat apa yang si A dan si B dapat?Kenapa hidup saya susah tidak seperti si C? Kenapa Saya tidak punya ini dan itu seperti "selayaknya" manusia? Kenapa saya dapet teman seperti ini? Kenapa ibu saya, ayah saya, atau kakak saya, atau adek atau keluarga saya jahat, pelit, tak peduli, dan seterusnya. Kenapa mereka tidak seperti keluarga yang seharusnya?
Kenapa hidupku berat tidak seperti teman" saya? Dst. 

Di antara pertanyaan-pertanyaan itu, kuyakin ada yang sering kita lontarkan. Dan Untuk menjawab semua itu sulit dan akan berbeda setiap orangnya. Tapi ada satu cara sakral mengatasi depresi karna pertanyaan ini. Cara ini akan menghapus pertanyaan di atas agar tidak mengganggu dan menghalangi kita untuk menerima takdir yang saat ini berat kita terima.

Cara itu adalah Jangan Membandingkan. Jangan bandingkan kekuranganmu dengan kelebihan orang lain. Jangan bandingkan apa yang kamu dapatkan dengan apa yang didapatkan orang lain.
ITU SEDIH SEKALI. 

Yess cara jitu itu adalah jangan membandingkan dengan orang yang punya lebih dalam hal yang kita keluhkan. Rasulullah sudah mengajarkan dalam sabdanya : 

َاُنْظُرُوا إِلَى مَن هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوْا إِلَى مَن هُو فَوقَكُمْ ، فَهُو أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللّٰه عَلَيكُم

"Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘alaihi. HR Bukhari dan Muslim). 

Bandingkan lah diri kita dengan orang yang di bawah kita. Ingatlah masih banyak di luar sana yang keadaannya lebih buruk dari kita. Terus bandingkan dengan siapa yang lebih susah dari kita. Jika kita sakit, misalnya sakit di tangan kanan, sakit parah. Katakan alhamdulillah tangan kirinya tidak sakit, kalau tangan kiri sakit, alhamdulillah tidak seluruh tubuh. Kalau seluruh tubuh, alhamdulillah punya uang untuk berobat. Ga punya uang untuk berobat, alhamdulillah masih ada yang peduli dan urus. Ga ada yang peduli, kalian hidup sendiri, alhamdulillah bisa makan, bisa minum, punya listrik, masih bisa melihat, dengar, masih punya tempat tinggal, Masih bisa inget Allah! Inget Allah itu mahal lho. Banyak yang saat ditimpa sakit atau yang lain, itu mereka tidak ingat Allah. Melemah iman mereka. Tapi tidak dengan kita! Karna kita membandingkan diri kita dengan yang keadaannya di bawah kita, lebih susah dari kita. Dan ketahuilah bahwa orang yang kau bandingkan itu NYATA. Bener ada dan hidup di dunia ini. 

Sekarang coba perhatikan contoh ini. Ada 3 sekawan, diberi uang jajan oleh orang tuanya masing-masing. Yang pertama dapat paling gede, baru anak kedua, lalu anak ketiga. Anak pertama senang karna duit jajannya paling gede diantara mereka bertiga. Berarti apa? Dia membandingkan dirinya dengan orang yang di bawahnya. Bukan yang diatasnya. Padahal ada ga yang lebih banyak uang jajannya? Baanyaakk. Terus anak ketiga, sedih karna dia paling sedikit uang jajannya. Padahal ada di luar sana banyak yang lebih susah dari dia, tapi tidak ia lihat. 

Jadi dengan kita membandingkan diri kita sendiri dengan orang yang di bawah kita, kita tidak akan merasa begitu sedih atau kasian dengan diri kita sendiri. Melainkan yang keluar adalah kata syukur bahwasanya ujian kita lebih ringan dari orang tersebut. Hidup kita lebih mending dari orang tersebut. 

Ketiga 
Tips ketiga ini juga sangat ampuh untuk membantu kita menerima takdir yang berat. Bukan hanya itu tips ketiga ini dapat menambah nikmat dalam hidupmu, menambah rezeki, dan membuat hidupmu lebih baik dari sekarang. Dan tips itu adalah... Bersyukur. 

Akan timbul rasa syukur setelah kita melaksanakan tips nomor 2 tadi. Dan rasa syukur ini harus kita kembangkan seluas" nya dan protes kita pun hilang mengudara.

Ada banyak alasan kenapa kau harus bersyukur. Bersyukurlah karna despite kekurangan yang ada di kita, nikmat yang Allah berikan sungguh banyak berlimpah. Saking banyaknya, kita tidak bisa hitung dengan alat bantu tercanggih sekalipun. 

Jangan terfokus dengan kekurangan kita, fokus lah dengan kelebihan dan nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Jangan sampai juga kita kehabisan ide untuk bersyukur. Karna nikmat Allah itu sangat amat banyak. Orang ga bisa dihitung saking banyaknya, ini kita malah kehabisan. Ga mungkin. Kita nya aja yang tutup mata atau meremehkan nikmat tersebut. 

Cari! Dalam diri kita ada banyak nikmat yang Allah kasih bahkan tanpa kita minta. Dari setiap sel yang ada di tubuh, darah yang mengalir, jantung yang berdetak, paru-paru yang bernafas, setiap jari, kuku, gigi... itu semua nikmat yang melekat dalam kita tapi kita sering lupa. Begitu juga dengan ilmu, teman, saudara, ibu, ayah, lingkungan yang baik, itu juga nikmat. Lalu juga hati yang seraya ingin menjadi hamba yang lebih baik, hati yang mengakui kalau dirinya salah saat berdosa, hati yang ingin mencari jalan keluar. Kalian baca tulisan ini juga sudah termasuk nikmat dari Allah. Ga semua orang mau baca meskipun mereka sedang kebingungan. Soo, ini juga nikmat. Lihatlah kau punya apa dari nikmat-nikmat tersebut, lalu syukuri bener-bener. Karna di situ lah letak kekayaan kau. Banyak juga orang yang tidak memiliki apa yang kita miliki (Ingat tips nomer 2). Karena itu, syukuri 

Bersyukurlah. Dengan bersyukur, Allah akan tambah dan terus tambah. Ini adalah janji Allah. Dan Allah tidak pernah dan tidak akan pernah mengingkari janjinya. 

Allah Subhanahu wa Ta'aala berfirman : 

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ 

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." 

Karena itu kita tak perlu pesimis lagi. Jangan berfikir hidup kita akan susah selamanya. Dengan mengakui kesalahan kita, dengan tidak membandingkan diri dengan yang lebih baik dari satu sisi, melainkan membandingkan diri dengan orang yang lebih susah, dengan menerima takdir, dengan bersyukur, segala akan membaik. Hidupmu akan lebih tenang. Masalah akan datang lagi nanti, tapi kita akan siap insyaallah untuk menghadapinya. Kita juga tidak lagi terjerat di masa lalu. Jadi bisa memusatkan perhatian kita di masa depan yang menunggu kita. 

Waallahu a'lam bisshawaab. 
و صلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم 

Punya tips diri sendiri? Tulis di kolom komentar 😁
Terima kasih sudah memebaca 🤗

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Tukang Sapu

Bisa kah?