Memahami Perbedaan antara Tuhan dan Hambanya (P 1)

Allah Subhanahu wa ta'aala, tuhan alam semesta, tuhan seluruh manusia, adalah rabb yang tidak ada bandingannya. Tidak ada yang menyerupai apalagi sebanding.
Allah Subhanahu wa ta'aala berfirman 

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuura: 11)

Di sini Allah memberikan hanya 2 dari Namanya yang mulia, yaitu السميع dan البصير. Yang maha mendengar dan maha melihat. Allah memilih 2 nama ini agar kita bisa lebih memahami ayat di atas.

Coba kita lihat, Allah punya pendengaran, tapi beda jauh levelnya dengan pendengaran kita. Allah mendengar semua yang kita ucap, bahkan yang belum kita ucap, Allah dengar semua bisikan antara 2 orang, Allah dengar setiap pembicaraan yag ada di setiap ruangan, di setiap kota, setiap negara, setiap benua, seeemuanya. Luar biasa sekali. Jaauh ga ada bandingannya dengan manusia. Kita dalam satu ruangan 3 orang berbicara kenceng aja kita ga bisa fokus dengerin mereka, + dengerin semuanya perkataan nya secara jelas dan menyeluruh. Apalagi 10 orang, apalagi 100 orang, di satu waktu lho. Apalagi 7 milliyar penduduk bumi.. Sedangkan Allah? Semuanya Allah dengar di satu waktu, dan setiap waktu. 

Begitu juga dengan penglihatan Allah. Kita jarak 1 kilo aja ga keliatan, dibalik tembok ga keliatan, di tempat yang gelap ga keliatan, nyari kunci atau gunting kuku aja kadang kaga ketemu" padahal depan mata. 

Allah Subhanahu wa ta'aala melihat segalanya, semua orang, semua makhluk nya, semua yang diatas permukaan bumi dan di dasar laut, Allah liat saat kita sendiri di kamar dan orang-orang yang berkumpul. Allah lihat setiap gerakan setiap makhluk nya. Allah melihat setiap lirikan mata hambanya! Allah melihat semut hitam di kegelapan! Ga ada yang lepas dari penglihatan Allah. 

2 bukti yang sangat jelas kalau Allah tak ada bandingannya. Dan ini bukan hanya dalam 2 sifat saja, tapi seluruh sifatnya. Ilmunya, bijaksananya, adilnya, kasih sayangnya, ampunannya, kekuatannya, kekuasaannya, dan seemuanya.

Mau lebih terbuka matanya? Open part 2! 

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Tukang Sapu

Bisa kah?